Wacana Pengadaan “Saos Cabe” SMIH dan Dosen Teknologi Pangan UNS

Surakarta – Jumat, 24 Mei 2013

Di kantor Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta inilah The New You Institute (TNYI)  dan Semangat Membangun Indonesia Hebat (SMIH) berkunjung, tepatnya di hari Jum’at 24 Mei yang lalu. Kunjungan ini terkait dengan salah satu program SMIH yaitu Desa Hijau Makmur (DHM) di Desa Kadipaten, Andong, Boyolali. DHM berencana melakukan kerjasama secara inten dengan pihak kampus. Dwi Ishartanti selaku dosen Ilmu Tekonologi Pangan mengaku sangat antusias dengan tawaran tersebut. Pasalnya selain bisa menambah pengalaman, melalui kegiatan ini pihak kampus juga ikut berkontribusi untuk serta membangun masyarakat. Berbagai penjelasan mengenai proses pembuatan saos mulai dari pemilihan bahan sampai dengan pengemasan dijelaskan dengan gamblang oleh beliau. Tidak terbatas pada proses pembuatan saos cabe saja, beliau juga memberikan inovasi-inovasi jitu dalam mengolah cabe menjadi barang yang lebih ekonomis. Abon cabe adalah salah satu idenya, unik dan membuat pendengarnya penasaran untuk mencoba.

Pembicaraan berlanjut semakin akrab setelah dosen dari UNS tersebut menawarkan program hibah Ipteks Bagi Masyarakat (IbM). IbM adalah salah satu program dikti yang bertujuan untuk melibatkan pihak perguruan tinggi dikancah masyarakat. Program yang ditawarkan ini sangat selaras dengan program SMIH, dimana kita secara bersinergi melakukan kegiatan yang memiliki social-impact yang nyata bagi masyarakat. SMIH-UNS-Masyarakat, kolaborasi ini diharapkan dapat terus ditindaklanjuti sebagai salah satu komitmen SMIH untuk terus terjun ke masyarakat dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut atas kegiatan ini, pihak SMIH telah melakukan koordinasi dengan team DHM Kadipaten guna melakukan uji coba pembuatan saos. Uji coba ini dilaksanakan dengan pemantuan dari pihak Ilmu Teknologi Pangan dan sesegerakan mukin disosialisasikan pada pihak warga Kadipaten untuk merancang sistematika kegiatan.

 

One Response

  1. silver price Jul 06, 2013 - Reply

    Masalah gizi tidak terlepas dari masalah makanan karena masalah gizi timbul sebagai akibat kekurangan atau kelebihan kandungan zat gizi dalam makanan. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang melebihi kecukupan gizi menimbulkan masalah gizi lebih yang terutama terjadi di kalangan masyarakat perkotaan. Di lain pihak empat masalah gizi kurang seperti gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY), anemia gizi besi (AGB), kurang viatmin A(KVA), kurang energi protein (KEP) masih tetap merupakan gangguan khususnya di pedesaan.

Tinggalkan Balasan