Tentang Kami

Semangat Membangun Indonesia Hebat atau disingkat SMIH adalah organisasi yang mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan bangsa melalui program Social Entrepreneurship.

SMIH terbentuk berangkat dari kegelisahan pendiri yayasan melihat fenomena yang ada di masyarakat Indonesia. Berbagai macam upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk membawa perubahan di negeri ini perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat itu sendiri. Sehingga SMIH turut ingin menjadi bagian dari perubahan bangsa tersebut.

SMIH hadir dengan konsep pemberdayaan potensi lokal masyarakat yang perlu dikembangkan berbasis kewirausahaan sosial. Bergerak dari satu desa ke desa lainnya untuk mengajak setiap individu masyarakat untuk bertanggung jawab dalam pembangunan diri nya, tidak bertumpu pada bantuan sosial (social philanthropic) serta harus menjunjung sikap kemandirian. Kondisi keseimbangan dan adil menjadi tujuan mendasar aktivitas yang SMIH lakukan. Adanya “gap” antara sang kaya dan sang miskin menjadi salah satu alasan dilakukannya semua program ini.

SMIH terbuka bagi siapapun individu yang memiliki visi/tujuan /semangat yang sama dengan SMIH untuk bergabung bersama kami. Kolaborasi menjadi salah satu semangat kami untuk bisa bersama-sama dengan berbagai pihak membangun, bekerja dan berkontribusi kepada masyarakat.

SMIH berdiri pada tanggal 28 Oktober 2012. Sumpah pemuda menjadi hari bersejarah bagi kebangkitan pemuda dan bangsa Indonesia. Lebih dari itu, momentum ini menjadi saat istimewa bagi SMIH, karena pada hari itu SMIH secara resmi dideklarasikan pendiriannya di Jakarta pada pukul 11.00 WIB.

SMIH memiliki 3 pilar yang menjadikan dasar acukan untuk menjalankan kegiatan Tiga pilar itu yaitu :

  1. Kolaborasi
  2. Tim Development
  3. Program

SMIH’s Key Word : Membangun potensi diri bersama-sama membangun potensi masyarakat dan bangsa. Bangsa Hebat-Bangsa Mulia

SMIH’s Spirit

Kami Berpencar – Kami Membangun

Kami Bekerja – Kami Berkarya

Jadi Bangsa Hebat-Bangsa Mulia

 

Menuju Halaman Hubungi Kami Untuk Respon