Abon Lele Luwang Bersiap Merambah Pasaran Luas

SUKOHARJO – Minggu, 17 November. Koperasi Pemuda Indonesia Hebat atau KPIH mengadakan rapat membahas kelanjutan kolaborasi dengan Koperasi Desa Indonesia Hebat(KDIH) Luwang Sejahtera. Fokus pembicaraan adalah pada pengembangan usaha Abon Lele Luwang. KPIH yang diwakili oleh Williams Rahaditama menuturkan bahwa kedepan UKM Abon Lele harus mulai memproduksi abon lele dalam skala besar. Jika sebelumnya hanya 10 kg lele setiap produksinya, kali ini akan diuji coba 100 kg setiap produksi. Ini dikarenakan pemasaran abon lele juga akan diperluas. “Jika 10 kg lele hanya menghasilkan 4 kg abon atau 40 bungkus, ini hanya cukup untuk memasok 1 atau 2 toko saja.” ujar Willy.
Dari diskusi kedua belah pihak, bu lurah sebagai juru bicara UKM Abon lele menyampaikan sepakat dengan hal tersebut dan nantinya akan dibuat 5 pos untuk mempercepat produksi. Untuk melihat keuntungan pasti dilakukan kembali perhitungan untuk menentukan HET atau harga eceran tertinggi ditangan konsumen. Pasalnya harga Rp 15.000,- dipasaran seringkali dibandingkan dengan abon sapi yang berada dibawahnya. Konsumen menganggap harga itu cukup mahal mengingat bahan baku lele yang lebih murah dari sapi. Padahal jika ditelusur abon yang beredar dipasaran tidak semua murni daging, banyak yang ditambah dengan sukun atau kentang. Berbeda halnya dengan abon lele Luwang yang murni daging lele tanpa campuran. “Kita harus memilih lele dengan berat minimal setengah kg per ekor atau maksimal 1,25 kg per ekor. Karena hanya lele dengan kualitas dan jenis ini yang dapat diolah, Kita tidak mengambil kulit, apalagi tulang dan kepala, semuanya murni daging.” jelas bu lurah. Mengakhiri sesi kali ini ditutup dengan makan bersama dengan menu gule kepala ikan lele masakan bu lurah. sn

Tinggalkan Balasan